Burung Kenari

Siapa yang tidak kenal kenari, kenari adalah salah satu peliharaan burung paling gampang untuk dirawat. Makananya pun biji-bijian dan sayuran, sehingga untuk penyimpananya mudah. Kenari sendiri burung yang mudah adaptasi dan tidak gampang stress.

Untuk hargaya sendiri bervariasi. Dibedakan dari jenis lokal, impor, atau peranakan lokar impor.

Lokal kisaran harga 90-100 k
Campuran kisaran harga 100-150k
impor sendiri kisaran harga sampai juta’an
Harga juga tergantung umur dan kicauan.

Advertisements

Seminar “wayang dan krisis manusia Nusantara”

” Wayang dan krisis Manusia Nusantara” Pembicara : KH. Yahya C. Staquf, M. Jadul Maula, Prof. Heddy Shri Ahimsaputra. pesantren kaliopak ini berada di jl wonosari km 11 yogyakarta. 17, november 2014 @kaliopak

Point-point yang terpenting dari seminar wayang dan kirisis manusia nusantara atau bisa di sebut krisis jati diri.

Tapi saya akan mengambil pagelaran wayang kulit di linguistik:

Penggunaan wayang yang identik dengan bhs kawi, dari waktu sekarang dan waktu dulu atau waktu selanjutya penonton belum tau tentang bhs kawi, arti dari belum tau ialah terjemahan bhs. kawi sendiri. tetapi dikarenakan dibantu dengan nada bunyi gamelan serta vokal suara dalang dan gerak wayang dapat membantu penonton untuk memahami atau mengerti alur cerita walaupun pengertian bhs ya belum tau tapi tidak semua.

Mungkin juga bhs wayang bida dibandingkan dengan Al-Qur’an, kenapa bisa dibandingkan dengan Al-Qur’an, karena dalam bhs wayang juga terdapat bhs do’a yang otomatis menjadi bhs klenik. Hubungan dengan Al-Qur’an, di Al-Qur’an juga terdapat bhs do’a.

Pertanyaan yang menarik ketika seminar, kenapa bhs wayang tidak bisa diganti dengan bhs lainya untuk mempermudah penonton?

Salah satu narasumber seminar mengatakan; Apabila bhs wayang di ganti dengan bhs lainya mungkin dari segi tingkatan bhs/kualitas bhs akan menurun drastik. seperti dalam bhs Al-Qur’an apabila dibaca terjemahanya dengan bhs Arab ya rasa dari kedua bhs ini akan tidak sama yang hampir mirip dalam pewayangan.

Pabrik Semen Di Indonesia

Pabrik Semen pertama berdiri di padang yang didirikan oleh swasta belanda, yaitu Nu Nedelancdsche Indische Portland Cement Maatschppji, tepatnya pada 18 maret 1910 berdiri dan mulai produksi pada tahun 1913 dengan kapasitas produksi 50.000 ton pertahun. semen padang setelah indonesia merdeka-tepatnya pada tahun 1957, perusahaan semen tersebut di nasionalsasikan.

Sebelumnya pada tahun 1953, berdiri pabrik semen dengan nama NV. Naamlodz Venotschaap yang mulai produksi tahun 1957. pabrik semen ini pabrik terbesar ke 2 setelah semen Padang. Pabrik berubah statusnya menjadi PT. (perseroan terbatas) Semen Gresik pada tahun 1969.

Dalam perjalanan waktu, pabrik Semen Gresik, melakukan ekspensi, pembangunan pabrik-pabrik baru, diantaranya pabrik Semen Tuban I,II dan III.

pabrik Semen ketiga milik pemerintah adalah pabrik Semen Tonasa, di Sulawesi Selatan. Pabrik mulai beroprasi pada tahun 1968 dengan tingkat produksi 110.000 ton. Tahun 1983 pabrik Semen Tonasa membangun pabrik Unit III dengan kapasitas 590.000 ton pertahun. Tahun 1993 Semen Tonasa membangun Pabris Semen Unti IV.

Menyusul pada tahun 1975 beridiri pabrik Semen swasta yang mulai berproduksi tahun 1975 dengan kapasitas produksi 750.000 ton pertahun. Didirikan atas perusahaan patungan dua perusahaan dari Amerika Srikat, yaitu Gypsum Carrier Inc dan Bamerical International Finance dengan Semen Gresik dengan nama Pabrik Semen Cibinong.

Sumber:

PT. Archipelago Resources komunikasi kisah-kisah membangun di Industri Indonesia, PT Rekayasa Industri hal 63-64

TUGAS SOSIOLOGI SASTRA

Menganalisis video wayang dan dicocokan denga teori drama dan teater.

Teater adalah ekspresi dunia sekitar kita. Teater jelas sastra pertunjukan. Tidak akan memperoleh kejelasan makna, apabila kajian sosiologis teater hanya mencermati teks. Lewat teater, orang dapat memainkan kisah apa saja. Dunia teater pada masa lalu senantiasa jaya, Karena memang telah memiliki andil dan merubah kehidupan. Kelompok teater Laskar, Gandrik, Sega Gurih, dan teater tradisional. Teater dapat berkembang, karena ada medianya. Banyak arena teater, yang secara social menggambarkan dunia social.

Schucing (1966:1-l5) berpendapat bahwa sastra di masa lalu harus dihormati, dan karya seniman itu tidak lagi diarahkan oleh sebuah kelompok social kecil dan eksklusif. Masa lampau, sastra digerakan oleh kelompok social yang lebih besar untuk membangun suasana dan memberikan nafas hidupnya. kajian Sastrawan pada masa itu juga sering tergantung pada manajer teater yang gerak-geriknya. Namun dalam karya teater yang memenangkan tepuk tangan dimata penonton adalah justru orang yang melalui kedekatan dengan kehidupan dan psikologi realistic. Ketika teater itu banyak melukiskan realitas social, semakin menarik dan mendapat sambutan istimewa.

Jadi belenggu tradisi sastra bisa terjadi lepas dari kekayaan bakat yang bervariasi. Banyak perkembangan sastra yang tergantung pada komposisi public, begitu pula dalam kehidupan teater, kelompok social penonton memiliki andil yang luar biasa. Kondisi teater di inggris, yang selalu liberal jelas berbeda dengan perancis dan apalagi dengan Indonesia. Namun dari tiga wilayah yang berbeda itu, dapat saya duga kalau efek pandangan social selalu memainkan peranan berharga. Teater senantiasa dipicu oleh aktifitas social penonton. Karena itu dalam kajian sosiologi teater, menurut schucking (1966:9-14) perlu memperhatikn pandangan social penonton, sutradara, dramawan, dan seluruh actor yang terlibat.

Para dermawan jelas memungkinkan teater memperoleh hidup yang aman. Tidak semua orang kaya mau mendanai pentas-pentas teter. Kepedulian social konglongmerat saya kira perlu diperhatikan dalam kajian sosiologi teater. Oleh sebab itu, seringkali konsepsi kekayaan intelektual kalah dengan sang penguasa, terutama para konglongmerat. Penulis naskah teater yang menerima banyak financial dibanding para actor juga sering menjadi kecemburuan social. Hal ini Nampak pada nasib Thomas Kyd, penulis tragedi spanyol, hampir pasti lebih mulia dibanding pada pemain. Berbeda di era sekarang, seringkali actor (pemain) justru lebih terkenal, banyak financial dibanding sang penulis naskah. Apalagi dengan banyakya bajakan bajakan naskah, seperti naskah ketoprak di era seni aristocrat, penulis sering terabaikan. Realitas semacam ini perlu diperhatikan oleh penulis sosiologi teater.

Pada tahap perkembangan teater populer di Indonesia, seperti hadirnya ketoprak plesetan, ketoprak humor, jelas memiliki pengaruh besar terhadap pertumbuhan sastra nanti. Banyak teater modern yang memenangkan tepuk tangan orang banyak oleh ketegangan ekstrim dramatis. Mereka tepuk tangan karena ada hal-hal lucu yang memukau dari sebuah pertunjukan, tanpa disertai motivasi psikologis yang mendalam. Tapi ini bukan tujuan dari seni klasik yang menemukan pendukungya di kalangan berduit, aristocrat dan akademis. Bagaimanapun suasananya, teater modern tetap berkembang, dengan manajemen kacangan. Artinya, mermeka bekerja dengan manajer bantingan (tanpa bayaran), kecuali kepuasan batin dan kenikmatan social.

Dalam vcd judul, ……. Wayang, dalam kegiatan wayang hampir mirip seperti kegiatan teater di prancis ataupun inggris. Namun di dalam wayang dalam kegiatanya dalang dijadikan sutradara, dan pemainya pun dalang. Sehingga dalang harus mempunyai sifat karakter yang berbeda-beda sesuai yang diperankan dalam wayangya. Wayang sendiri dalam jawa mewakili dewa atau metologi jawa, yang di percaya masyarakat jawa memang sudah ada pada zaman kerajaan.

serat gresik

  • kitab “sittina” karya sunan giri berisi pelajaran ilmu feqih dan ilmu tasawuf
  • “Primbon agung” karya sunan giri berisi berbagai macam ilmu feqih dan ilmu tasawuf
  • “Babad Gresik” anonim, yang dimiliki oleh salah seorang tokoh gresik berbahasa jawa tengahan tulisan arab “Babad Gresik” versi tulisan jawa tersimpan di musium Radya Pustaka Surakarta dengan Kode SM-137
  • “Babad Demak Pesisiran” milik Drs.Banun Manyus, berbahasa jawa tengahan , tulisan Arab isinya tentang sejarah raja-raja di jawa termasuk riwayat sunan giri dan anak keturunanya. Babad ini telah menjadi bahan kajian pusat pembinaan dan pengembangan Bahasa Departemen pendidikan dan Kebudayaan Jawa timur : dan sudah terbit dengan judul : “penelitian Bahasa dan Sastra babad Demak pesisir” oleh pusat pembinaan dan pengembangan Bahasa, Departemen pendidikan dan kebudayaan jakarta tahun 1989.
  • kitab “Qussotu Ba’dil Aslafil Jawwiyin” (kisah tentang sebagian luhut jawa) berbahasa arab milik Alm. K.H.Akib tokoh dusun kec. Manyar
  • “Babad SIndujoyo” Berbahasa tulisan arab kisah “Sindujoyo” murid sunan prapen salah seorang tokoh Gresik juga Babad ini dianggap sebagai “naskah Sakral” oleh sebagian masyarakat desa Kroman, yang dibaca pada hari tertentu.

ciri-ciri folkl…

ciri-ciri folklor

Utley (1968:8)

  • Lisan (oral)
  • ada persebaran (transmision)
  • tradisi (survival)
  • kolektif (comumall)

Brunvand (hutomo,1997:7)

  • bersifat lisan (oral)
  • bersifat tradisional
  • Keberadaanya sering memiliki varian atau visi
  • selalu anonim