Review Buku: Gelandangan di Kampung Sendiri

IMG-20170522-00064

Tulisan Cak Nun yang berjudul Gelandangan di Kampung Sendiri, memaparkan situasi sosial menyeluruh dan dirinkas secara epik melalui esai-esainya, ada yang menggunakan simbol-simbol dan beberapa lugas. Mungkin setelah membaca buku ini bisa menambah gagasan-gagasan baru tentang gelandangan daam arti luas.

Advertisements

Review Buku : Kedaulatan Rakyat, Otonomi & Demokrasi

IMG-20170507-00044

Buku yang di tulis oleh wakil presiden pertama Indonesia ini berisi pandangan beliau tentang Kedaulatan Rakyat yang sebenarnya, dan pemberlakuan Otonomi & Demokrasi untuk negara Indonesia. Ada juga berupa keritikan untuk Presiden pertama Indonesia, apabila di bilang relevan atau tidak untuk Indonesia sekarang, menurut penulis relevan mungkin kawan-kawan akan menemukan istilah-istilah baru apabila tidak pernah membaca buku politik. Buku ini termasuk dalam kategori tipis akan tetapi sudah termasuk buku berat apabila untuk memahaminya.

Review Buku : Hidup Sehat dan Seimbang Cara Sufi

IMG-20170430-00031

Penulis Anand Krishna ini menekankan bagaiaman hidup sehat dan seimbang dengan cara Sufi, buku ini berisi metode-metode hidup sehat seperti dengan Yoga, atau puasa yang puasa bisa dikaitkan dengan puasa tidak makan, puasa tidak bicara dsb. Melatih pernafasan juga masuk dalam buku, melatih keselarasan dan banyak idiom lainya di buku ini. Beberapa menceritakan Sufi dari India dan Pakistan, mungkin untuk teman-teman mencari deskripsi tentang Sufi membaca buku ini bisa membantu.

Sunyi

Gelombang waktu menerpa tubuh ini dengan membawa kenangan-kenangan lama yang terkadang mempercepat alunan kerja tubuh sehingga mengikis semangat hidup dan menciptakan Sunyi. Setiap mahluk akan menyadari bahwa Sunyi ialah bagian dari rasa yang terkadang akan membuat efek ketentraman atau kekacauan pikiran, tetapi akhir dari mahluk ialah Sunyi. Peran sunyi dalam hidup sudah menjadi setiap gerak langkah atau bisa tuliskan seperti ‘setiap mahluk hidup akan mati sendiri dan mengurus kehidupanya sendri’ penekanan sendiri ini yang memotivasi untuk selalu bergerak, terkadang di temani sepi sehingga menciptakan Sunyi. Walaupun begitu itu hanyalah sebuah momentum kehidupan yang seperti bola, tetapi itu puncak dari semua mahluk hidup.

Apabila orang tua dulu melewati sunyi untuk menggapai momentum Doa yang menyertai anak cucu ataupun bisa dikatakan keturunanya, ketika momentum itu tercapai kedamaian akan menyertai orang tua dulu, apabila dilihat dari orang moderen sekarang seperti hal yang ‘muspro’ (percuma). Mungkin orang modern momentum Doa bisa diganti dengan asuransi untuk anak-anak entah tentang pendidikan ataupun kesehatan yang ditebus oleh Uang atau Materi. Sedangakn orang tua dulu melalukan tarekat bukan dengan Materi, atau bisa dikatakan momentum Doa dengan berbagai metode.

Pernah diceritakan oleh orang tua-tua di kampung bahwa ketika seseorang dulu ini mengiginkan sesuatu seperti selama menikah tidak dikauniai anak, Orang Tua terdahulu akan melakukan tarekat atau berdoa terus menerus tanpa henti di tempat-tempat sunyi dan tenang untuk mendapatkan momentum Doa, sehingga Doa itu di ijabai. Sedangkan untuk orang modern akan ke klinik-klinik kelahiran menggunakan ilmu modern untuk menemukan solusi supaya memiliki keturunan. Mungkin menguasai intuisi adalah metode yang digunakan oleh orang terdahulu untuk mencapai harapan, sedangkan untuk orang modern akan menggunakan ilmu-ilmu terkini dan memiliki bukti nyata.

Review Buku : Misteri Soliter

IMG_20170419_234454

Buku yang ditulis oleh Jostien Gaarder, dari sumber buku aslinya yaitu The Solitaire Mystery ini menceritakan tentang seorang anak yang menemukan jati dirinya melalu tafsir soliter yang di peroleh setelah membaca buku mungil. Seperti buku biasanya yang di tulis oleh Jostien Gaarder hobi menyusupkan pandangan-pandangan dan deskripsi-deskripsikan tentang filsafat. Mungkin setelah membaca buku ini kawan-kawan akan tertarik tentang Filsafat. Buku ini apabila dibaca secara intens 3 hari sudah selesai.