Masyarakat Satria

Satria disini bukan nama produk salah satu motor di Indonesia akan tetapi lebih kepada alam bawah sadar masyarakatnya. Hal yang menarik mengapa menulis ini dikarenakan melihat fenomena-fenomena sosial di Indonesia, dan berita TNI yang diakui di Dunia sebagai tentara terbaik. Di tulisan ini tidak akan menjelaskan TNI, oembaca bjsa mencari sendiri di mbh google, sebenarnya tulisn ini mendeskripsikan mental satria dalam masyarakat indonesia, kenapa bisa begitu? Karena TNI sendiri merekrut dari masjid Indonesia sehingga secara tidak langsung masyarakat Indonesia memiliki potensi mental satria dan TNI mengasah ketajaman tersebut. Kalau menurut fenomena sosial di sekitar kita, mungkin pembaca sering membaca berita tawuran antar SMA, bentrok Suporter dan bentrok antar golongan.

Dari fenomena tersebut jangan diambil negatif bahwa masyarakat Indonesia suka berkelahi bukan begitu, masyarakat Indonesia memiliki energi Hidup lebih banyak bahkan lebih baik dari masyarakat negara lainya, dan faktor solidaritas tinggilah yang membuat sering terjadinya bentrok. Kreatifitas masyarakat di Indonesia juga tinggi, mungkin cuman negara kita yang ada tambal Ban, dan servis gadget swasta, swasta yang dimaksud ialah bukan anak salah satu perusahaan gadget.

Jiwa-jiwa satria ini apabila tidak disalurkan secara positif mungkin masih ada berita-berita bentrok di media. Bukan penulis menjelekkan pemerintah atau negara, akan tetapi dilapangan kebanyakan masyarakat hidup sendiri mencari makan, dengan kebijakan-kebijakan pemerintah yang menurut penulis malah memperibet. Lihat di jalan-jalan saja banyak pedagang kaki lima, tanpa sosialisasi pemeritah masyarakat mencari uang sendiri walaupun terkadang banyak pedagang kaki lima membuat kotor dan macet di jalan.

Penulis sendiri merasakan bagaiaman tidak punya uang tapi masih bisa makan di Indonesia ketika masih kuliah, mungkin sistem bertahan hidup. Masyarakat indonesia sendiri memiliki insting ketika sudah kepepet dan Kreatifitas udah buntu maka akan muncul mamanya ngamok (marah) mungkin amok secara massa bukan individu, kebanyakan itu terjadi ketika kebuntuan dalam mencari makan tapi biasanya itu kalau terpaksa, atau bhs jawa yang pas ialah kebacut.

Kembali ke masalah jiwa satria, coba cari saja tenaga kerja luar negeri terbanyak di dunia, mungkin Indonesia masuk, bukan menjelekan pemerintah tetapi itu menunjukkan bahwa lowongan pekerjaan di Indonesia sedikit atau persyaratan kerja sulit dan tidak seimbangnya antara pendapatan dan pengeluaran.

Di dalam masyarakat indonesia sendiri memiliki laskar-laskar sendiri di setiap golongan, seperti kalau NU GP ansor, Muhammadiyah dengan Tapak suci, belum pelatihan pencak silat, seperti setia hati, tertai, kera sakti. Itu belum semua yang ditulis diatas, dari kalangan mahasiswa mungkin juga ada tapi penulis tidak tau.

Bisa dikatakan Nergara Kesatuan Republik Indonesia pertahananya sangat kuat secara masyarakat ataupun secara TNInya.

Maksud penulis menulis ini ialah menyadarkan pembaca bahwa negara kita sangat kuat apabila dalam mental masyarakat.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s