Rumah Makan Ilmu

                Perlu adanya ruang untuk tempat ilmu, entah ilmu berbentuk dokumentasi, buku, atau segala hal yang berbentuk fisik. Segala hal dalam berbentuk fisik itu masuk kedalam ‘Rumah Makan Ilmu’, ada baiknya untuk menjelaskan manfaat dalam ‘Rumah Makan Ilmu’ ini beberapa hal yang dibutuhkan bahkan bahan untuk pembentukan ide tersedia di dalamnya. Dalam ‘Ruma Makan Ilmu’ ini tidak kiri dan tidak kanan dia berada di tengah semua ada di dalam. Asas kebersamaan yang menentukan keamanan data di dalamnya. Mungkin banyak tahap-tahap untuk mengumpulkan beberapa dokumentasi yang relevan dengan zamanya ataupun tentang sejarah. Sehingga hal yang paling utama dalam hal ini ialah Tempat atau Ruang untuk semua data ‘Rumah Makan Ilmu’. Kalau bisa ruang tersebut tidak dimiliki beberapa orang atau bahkan dititipkan di rumah orang. Mungkin bahasa kerenya yaitu secre. Mungkin dimulai dengan  beberapa orang dengan visi misi yang sama  yaa tapi itu gampanglah diatur untuk pembentukan visi.

           Tahap titik ini ialah tahap dimana untuk menjelaskan lagi siapa anggota yang dipilih apakah dari kalangan mahasiswa atau dari kalangan masarakat ummum, atau dari kalangan yang membutuhkan dokumen. Karena dari titik tolak ini berawal akan menentukan kedepanya. Kecenderungan untuk kaum intelektual lebih besar dalam anggota walaupun tidak semua mahasiswa intelektual. Seorang pekerja pun bisa intelektual apabila memiliki daya ingin tau yang sanga tinggi.

             Tahap kosong ini yang mungkin penting dan tidak penting yaitu tempat berkumpul, apabila tidak ada dana bisa dirumah orang, yang pasti tidak di tempat umum dikarenakan tidak kondusif, apalagi di tempat warung, mungkin dikarenakan penulis dari gresik yang identik dari warung sehingga bisa dikurangi.

          Mungkin secara efesien atau tahap pertama ialah pembuatan stempel untuk identitas Rumah Makan Ilmu. Dengan stempel akan muncul identitas setiap pergerakan, walaupun stempel itu baru digunakan untuk buku atau data dokumen. Dengan identitas yang sederhana ini mungkin akan tumbuh prestis dalam anggota ‘Rumah Makan Ilmu’.

               Tahap kedua pengumpulan dokumentasi (bisa buku, bisa makalah, bisa filem, dsb) setiap anggota dan persetujuan untuk di cap dan menjadi milik ‘Rumah Makan Ilmu’ dengan surat formal pernyataan tanda tangan.

             Tahap ketiga pembentukan mobilisasi buku di wilayah tertentu untuk mengenalkan ‘Rumah Makan Ilmu’ dan harus dengan membawa identitas walaupun dengan banner ataupun dengan hanya stempel. Tahap ini tidak boleh ada peminjaman karena rentan dengan kehilangan dokumentasi.

         Tahap ke empat apabila sudah melakukan mobilisasi buku, perlu adanya ruang diskusi tentang masalah yang relevan di wilayahnya. Diskusi ini bisa sebulan sekali dengan isi, sambutan yang bisa bergantian, pengantar yang akan menjelaskan apa isi diskusi dan narasumber,  bisa di beri waktu dengan kondisi, bisa di isi sastra tergantung kebutuhan dan masalah yang relevan di wilayah tersebut.

                Tahap kelima adalah pengarsipan dari semua kegiatan ‘Rumah Makan Ilmu’ untuk memperjelas dengan visi misi pertama. Sehingga ada hasil dari diskusi tersebut bisa dari rekaman video atau pun rekaman kesimpulan yang akan berguna kedepanya.

               Tahap keenam adalah dengan mengadakan iuran perbulan entah itu di setujui atau tidak di setujui terserah, dari iuran ini bisa digunakan untuk pembelikan dokumen atau untuk dana diskusi. Tahap iuran bisa diganti dengan pembayaran anggota dan hak-hak anggota apabila sudah resmi dan berbadan hukum.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s