Rumah Makan Ilmu (2)

          Setelah habis dalam permasalahan pembentukan ada baiknya untuk mengolah permasalahan dalam lingkup sosial Rumah Makan Ilmu. Dalam berbagai tindakan perlu observasi lapangan terlebih dahulu beraksi. Setelah melihat observasi lapangan di Gresik walapun datanya data sekunder, tapi bisa melihat beberapa pola masarakat gresik.

          Apabila dilihat dari pendapatan utama masarakat gresik yaitu kerja pabrik atau buruh, walaupun masih ada beberapa wilayah yang pendapatan masarakat utamanya agrari. Tetapi yang sangat berpengaruh dalam masarakat Gresik yaitu Industri, kenapa menurut beberapa sumber tingkat pendatang di Gresik semakin bertambah ketika munculnya Industri baru di Gresik. Walaupun tidak dipungkiri pemegang kekuasaan di Gresik masih dipegang oleh warga asli Gresi, sehingga tidak dipungkiri ketika semakin banyak ya pembangunan perumahan di Gresik untuk menampung pendatang yang bekerja di Industri, ataupun semakin banyak kost-kostan. Dari dilema ini menimbulkan kebutuhan tanah untuk pembangunan rumah, atau bisa akan maraknya tempat penitipan anak dikarenakan kedua orang tua mereka bekerja.

                  Dari problema diatas dapat diketahui bahwa apabila untuk menghegemonikan minta pembaca kepada kaum buruh agak susah, dikarenakan waktu luang untuk membaca. Masarakat Gresik sendiri belum merasa prestis ketika membaca buku didepan umum, atau mungkin malah di ejek oleh teman-temanya. Prestis dalam membaca inilah yang perlu lebih di gali lagi di Gresik. Sebenarnya pertanyaan paling mendasar itu apa perlu buruh itu suka membaca buku, sehingga ada pemikiran untuk beralih tidak ke buru tetapi kepada siswa SMA di Gresik.

                  Siswa SMA Gresik memiliki rasa prestis ketika dia les (atau tempat kelompok belajar diluar sekolah) di beberapa tempat yang ber label. Walaupun pada kenyataanya tidak ada pengaruh dari les dan tidak les. Malah menurut saya les itu adalah dampak dari kemalasan orang tua mengajar anaknya sendiri, sehingga orang tua tidak mau susah-susah untuk membantu anaknya mengerjakan PR (pekerjaan rumah) dari sekolah. Sehingga secara tidak langsung pelajar di Gresik sama dengan Buruh di Gresik, ketika sama dengan problema waktu kenapa masih memilih Siswa SMA. Memilih siswa SMA karena menurut beberapa penelitian di mbh google, minat membaca mudah ditumbuhkan apabila tidak lebih dari 27 tahun.

                 Setelah itu apa langkah-langkah dalam membuat membaca buku itu Prestis, sebenarnya itu harus memerlukan pekerjaan sangat lama. Apabila ingin menjadikan Gresik sebagi kota membaca, masarakat harus lebih tau tentang Buku, sehingga secara tidak langsung perlu ada cara seperti bazar buku, atau bedah buku, atau diskusi sastra, atau penampilan teater, atau lomba esai, atau loma puisi intinya kegiatan-kegiatan yang reaksinya adalah membaca. Ketiak mengadakan acara-acara di susupi stan-stan buku yang judulnya menarik minat membaca atau minimal penasaran dan membeli.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s