Dimensi-dimensi Dalam Kasus

Dalam beberapa hal memalukan kegiatan akan pentingnya pengetahuan dalam melakukan kegiatan.  Dalam hal ini pengetahuan menambah kebijaksanaan orang dalam mengambil keputusan. Dalam ini penulis menamakanya dengan dimensi, kenapa dimensi. Karena dimensi menurut pengertian lain adalah seperti memiliki duniaya sendiri atau dibilang diluar dunia. Sehingga dalam hal ini dimensi bisa dijadikan koridor untuk menempatkan sesuatu ataupun bisa disebut frame. Tapi penulis lebih suka menggunakan dimensi karena pengertian yang lebih luas. Hal ini bisa terlihat ketika penulis akan menganalisa beberapa problem di kehidupa sehari-hari seperti.

“Andi berjalan kaki sholat isya menuju langgar sambil membawa uang sebesar lima puluh ribu rupiah yang dikasih oleh ibunya untuk di sedekahkan ke langgar, dalam perjalanan menuju ke langgar andi diminta tolong oleh kakek tua untuk membeli burung pentet sehingga uangnya bisa buat balik ke rumahya dengan naik angkot”.

Sebagai seorang andi apa yang dialakukan?  Sebagai pembaca  mungkin punya jawaban dengan variasinya masing-maising, dari permasalahan diatas dengan menggunakan metode  dimensi diharapkan pembaca bisa melihat kasus diatas secara universal. Dalam hal ini katakan saja kita masukan dimensi waktu, dimensi sosial,  dimensi budaya,  dimensi ekonomi, dan dimensi  humanis.

Dalam hal ini penulis apabila menggunakan dimensi waktu maka secara tidak langsung si Andi pastilah menolong kakek tersebut karena kakek tersebut dalam keadaan terdesak, untuk pulang ke rumah sedangkan waktu menjelang malam. Sedangkan unntuk langgar bisa di sedekahkan kapan-kapan saja.

Apabila menggunakan dimensi sosial  mungkin si Andi akan mensedekahkan uang sebesar lima puluh ribu rupiah untuk ke langgar, karena kemanfaatan di langgar lebih bisa digunakan oleh orang banyak dan melakukan apa yang  diperintahkan orang tua.

Bila menggunakan dimensi budaya apabila Andi didik secara ketat dengan perintah-perintah yang melekat mungkin andi tidak akan memberikan ke kakek, sedangkan apbila Andi didik secara fleksibel dan terbuka mungkin Andi akan memberkan kepada si kakek. Karena dalam dimensi budaya tetap kembali ke pada individu personal dalam pengaruh budaya.

Sedangkan menggunakan dimensi ekonomi mungkin Andi tidak akan menolong kakek dan  tidak akan mesedekahkan ke langgar karena tidak membawa keuntungan setelah itu mungkin Andi berpikir bodoh akan tindakan Ibunya.

 Apabila menggunakan dimensi  humanis mungkin Andi akan   menolong kakek tua tersebut dengan uangya sediri dan Andi juga akan mensedekahkan uang yang diberikan ibunya.

Dari penjelasan dan contoh diatas semoga pembaca mengetahui apa yang penulis maksudkan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s