Eksistensi Buruh

                  Di dalam masyarakat moderen terdapat beberapa hal yag tidak bisa dilepaskan, yaitu pengaruh buruh dalam bidang ekonomi, budaya, religi dan negara. Buruh yang bekerja untuk orang lain dengan mendapatkan upah atau bisa disebut pekerja. Buruh disini sudah menjadi kata kerja karena di dalam buruh terdapat macam-macam bagian antara lain, Buruh harian, Buruh kasar, Buruh musiman, Buruh Pabrik, Buruh tambang, Buruh tani,  Buruh terampil, dan Buruh terlatih. Dalam kegiatan sehari-hari buruh menjadi penopang ekonomi negara, keluarga dan pemasukan pajak negara.

                  Ketika memandang dari segi fungsional buruh menjadi  penopang ekonomi untuk suatu tutorial wilayah yang di singgahi buruh tersebut.  Dalam sebidang tanah wilayah yang dimiliki beberapa orang banyak faktor menentukan untuk pengolahan tanah itu. Dalam pengolahan tanah itu perlu adanya penggarapan untuk kedepanya. Di  sini buruh menjadi pion untuk pengolahan tanah yang dimiliki beberapa orang. Ketika membahas eksistensi tidak lepas dari pola pikir buruh individual, segi konsumtif, segi informatif, segi religi. Buruh adakalahnya memiliki naungan untuk melepaskan lelah tentang kegiatan buruh keseharianya.

                  Apabila dicontohkan di Kabupaten Gresik,  menurut penulis ada naungan bersifat internal Buruh, dan naungan bersifat eksternal Buruh. Dalam naungan internal Buruh ada yang namanya Serikat Buruh Gresik atau mungkin salah satu nama yang hampir mirip dengan Serikat Buruh Gresik. Internal Buruh ini kebanyakan membahas masalah-masalah Buruh gresik dan beberapa kasus yang berlum terselesaikan. Apabila yang bersifat eksternal Buruh ialah naungan untuk memberikan hiburan terhadap buruh atau bersifat hobi.  Hobi disini lebih berfungsi untuk menyalurkan hobi setiap individu buruh, ada yang mengikuti komunitas Motor, ada Komunitas Bengkel, ada komunitas olahraga seperti futsal, tenis, golf dan ada juga yang mengikuti supporter Bola.

                    Naungan ini bersifat personal atau setiap individu memilliki sikap Primer dan sekunder dalam nanungan internal buruh atau nanungan eksternal Buruh. Adakalahnya  Buruh memprimerkan nanungan eksternal Buruh sebagian kebutuhan primer. Sedangkan yang internal Buruh sebagian kebutuhan Sekunder. Disini beberapa hal mengatakan bahwa orang menanyakan eksistensi naungan Internal Buruh. Beberapa Informan penulis mengatakan naungan Internal Buruh memonopoli pergerakan setiap Buruh dengan setiap  cabang. Di sini peran Internal Buruh dalam masa depan Buruh. Kebanyakan nanungan Internal buruh memiliki keinginan meratakan UMR atau upah minimum regional, dan menaikan UMR. Tetapi kenyataan penulis menurut Informan pemerataan UMR belum merata di Gresik, dengan beberapa demo kemarin menyebabkan UMR Gresik naik.

                     Kesadaran setiap Buruh untuk menjadikan naungan Internal Buruh sebagai kebutuhan Primer mungkin akan menyebabkan pergerakan nanungan Internal Buruh teroraginisir semua, sehingga pemerataan UMR bisa terjadi di Gresik. Apabila kembali ke eksistensi Buruh sendiri tidak lepas dari peran pemerintah regional, pemerintah regional sebagai jembatan  untuk berdialog dengan pemilik perusahaan dalam bidang UMR  dari segi kenaikan UMR ataupun dari segi pemerataan UMR.

Kesimpulan diatas dapat diartikan bahwa dalam dalam bidang apapun eksistensi Buruh sangat berpengaruh, sehingga perlu adanya kesadaran individu untuk menjadikan naungan Internal Buruh sebagai kebutuhan Primer.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s