Ketimpangan Orientasi

Di era moderen  ini perlu adanya Orientasi sebagai tujuan dalam berkegiatan sehari-hari. Terkadang proses pembentukan Orientasi terjadi ketimpangan yang mengakibatkan keraguan menentukan sikap. Apabila Orientasi sudah terpenuhi untuk menentukan sikap akan lebih mudah, di sini perlunya Orientasi.

Orientasi disini seperti Subjek yang menjadi kata kerja aktif, apabila menjadi subjek perlu adanya objek untuk melengkapi Subjek tersebut.  Oleh karena itu perlu adanya sebuah pencari Objek dari Orientasi ini. Penekanan dalam pencarian Objek inilah yang memungkinkan terjadinya ketimpangan, sehingga menjadi keruwetan yang perlu di urai kembali seperti benang yang ruwet. Terkadang banyak orang memiliki keruwetan ini tetapi tidak disadarinya, keruwetan ini yang penulis katakan ketimpangan.

Gejala ketimpangan Orientasi ini bisa berdamapak pada pengambilan keputusan sikap. Pada umunya Orientasi di masyarakat ialah orientasi uang, orientasi politik, orientasi religi, dan orientasi keluarga. Penulis tidak bisa menjelaskan satu persatu tentang orientasi diatas, penulis dapat menyimpulkan beberapa orientasi diatas atas pengalaman sendiri atau istilah akademi adalah empiris.

Agar tidak terlalu melebar tentang pembahasan ketimpangan Orientasi penulis memfokuskan dalam teknologi.

Semakin maju sebuah peradaban semakin maju pula teknologi peradaban tersebut. Hubungan Teknologi dengan Orientasi juga perlu, tetapi pertanyaan pertama yang harus dijawab “Teknologi menguasai Orientasi atau Orientasi menguasai Teknologi”..

Pembaca seharusnya  sudah bisa membedakan antar kalimat diatas. Penekanan pada kalimat diatas adalah penguasaan yang diganti menguasai, Menurut pendapat saya kalimat di atas itu sperti tahap-tahap pemahaman teknologi, di tahap pertama teknologi menguasai Oritentasi kita memahami Orientasi dari teknologi setelah menemukan apa yang kita cari di teknologi. Memasuki ke tahap kedua Oritentasi menguasai teknologi dari menemukan apa yang kita cari dan menjadikanya Orientasi dan menerapkan dalam bersikap dengan Teknologi.

Dalam beberapa aspek teknologi membantu manusia modern, dan diaspek lain teknologi juga memanjakan manusia  modern. Penentuan orientasi dalam teknologi sebenarnya lebih condong fungsi teknologi dalam mencapai orientasi . Proses pencarian Objek orientasi tidak jauh dari eksistensi setiap individu, kenapa codong eksistasi karena sesungguhnya  manusia secara tidak langsung memiliki ekesistensi. Seperti eksistensi dalam teknologi, rasa prestis dalam penggunaan teknologi kebanyakan yang mempengaruhi. Sehingga ketika seorang sudah mendapatkan rasa prestis tersebut akan menaikkan eksistensi dalam social, pekerjaan, dan keluarga.

Dari prestis ini secara tidak langsung sudah menjadi Objek Orientasi dalam teknologi, terkadang dalam  prestis juga terkandung orientasi terhadap nilai beli.  Kenapa menulis nilai beli karena apabila diganti dengan uang terlalu sempit untuk  pemahaman prestis. Oleh karena itu diganti dengan nilai beli. Seperti sebuah harga smarphone untuk merek Appel memiliki prestis yang membuat nilai harga appel tinggi, dan stabil untuk penjualan.

Dari penjelasan diatas semoga pembaca lebih bijak untuk menentukan Objek Orientasi.

Advertisements
This entry was posted in opini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s