Dampak Globalisasi di Desa Klangonan, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik.

           Ketika mengingat-ingat pada zaman sebelum era globalisasi, kira-kira penulis masih TK sampai MI. Penulis lahir di era 90 an sehingga pembaca mungkin pembaca era 90 an mungkin mudah membayangkan pada saat sebelum masuk abad 20. Pada saat saya TK sampai SD warga Desa Klangonan kebanyakan berprofesi sebagai pengerajin kuningan, Jajanan lokal, kerupuk ikan, tempe, tahu, dan sebagian pekerja buruh.

             Kenapa saya bisa menyimpulkan hal tersebut, karena pada saat penulis usia TK sampai MI tetangga penulis banyak mengerjakan kerajinan kuningan dengan membuat gelang, cincin, kalung dari kuningan. Setelah membuat cincin, kalung, dan gelang. Biasanya warga memiliki tugas masing-masing jadi ada yang bagian untuk membuat, menyepuh. Menyepuh di sini seperti memberikan warna pada material kuningan sehingga nampak lebih seperi emas atau perak.

             Tetangga penulis juga ada yang memproduksi jajanan puli, kenapa penulis tau. Karena pada saat penulis kecil melihat langsung proses pembuatan karena diajak teman masa kecil, proses pembuatan sampai dipanaskan di matahari atau bahasanya dipee. Jajanan di Desa Klangonan pada saat penulis masih kecil sudah memiliki pasar sendiri di Kota Gresik sehingga pergerakan ekonomi di Desa Klangonan merata, sesama tetangga membantu memasarkan jajanan walaupun kebanyakan di Desa Klangonan sesama tetangga memiliki keterikatana suadara atau dolor adoh.

                Isu era Globalisasi ketika penulis ingat-ingat pada saat akhir MI, tepatnya kelas 6 MI. Isu era Globaliasi banyak di omongkan, tetapi sekedar omongan belum dampak nyata. Kira-kira ketika penulis memasuki SMP. Globaliasi mulai nampak dari mulai masuknya Internet sehingga mudah mendapatkan informasi, dengan masuknya pasar global yang membawa dampak untuk pasar-pasar lokal. Harga bersaing dengan kualitas yang bersaing juga. Penulis masa SMP tepatnya mulai kelihatan dampak Globalisasi bagi warga Desa Klangonan.

              Pengrajin kuningan kalah harga dengan barang yang di datangkan dari cina dengan harga miring dan kualitas yang bagus, sehingga hukum pasar berlaku barang cina menjadi komoditi pasar sehingga barang yang tidak bisa bersaing harga dan kualitas terpinggirkan di pasar. Satu persatu pengerajin kuningan mulai gugur karena dampak komoditi barang cina. Setelah masuknya komoditi baran Cina di perparah tidak menentunya kebijakan pemerintah di era Globalisasi, penulis tidak akan menjelaskan beberapa dampak kebijakan pemerintah karena terlalu lebar.

           Pergeseran profesi mulai nampak pada warga Desa Klangonan ketika masuk SMA, banyak warga mulai menjadi Ojek di Sunan Giri, sebagian ada menjadi buru pabirk, dan apabila memiliki komoditi pasar sendiri di kota Gresik masih bertahan di jajanan lokal, krupuk, dan kerajinan kuningan itupun bisa di hitung dengan tangan. Di sini penulis juga akan menjelaskan generasi penulis dengan generasi orang tua penulis. Mungkin generasi orang tua penulis lebih condong seperti dijelaskan diatas yaitu pergeseran profesi.

             Untuk generasi penulis sendiri sudah masuk dalam era globalisasi dan kapitalis. Penulis tidak akan menjelaskan tentang kapitalis. Kiranya penulis lulus SMA mulai keliatan arah generasi penulis, teman-teman penulis ada yang melanjutkan sampai ke Universitas, ada juga yang membatu perdagangan keluarga, dan ada yang bekerja sebagai buruh pabrik. Mungkin opsi ketiga banyak generasi penulis masuki.

               Sebelumnya penulis meminta maaf apabila ada beberapa tulisan penulis yang salah atau tidak benar, karena penulis menulis ini menggunakan pengalaman penulis sendiri di Desa Klangonan dari TK sampai MI. Tulisan ini sebenarnya mungkin sebagai eling-eling kalau penulis sudah lupa tentang Profesi warga Desa Klangonan sebelum era Globalisasi. Mungkin bisa juga sebagai pemicu atau pematik untuk para generasi sesudah penulis untuk mengkaji lebih dalam  tentang Desa Klangonan terutama untuk pemuda desa klangonan.

Advertisements
This entry was posted in opini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s