Sumbing

                 Sebuah perjalanan anak-anak muda untuk mencapai puncak sumbing. Perjalanan dimulai hari sabtu pagi tepatya pada tgl 24 april 2015 dibangunkan oleh seorang teman bernama ciwuk. Ciwuk memiliki janji dengan teman se kost ya untuk ikut naik ke sumbing, dikarenakan saya tidak ada acara lagi akhirya sayapun ikut juga naik ke sumbing. Sebelum ke basecamp sumbing teman-teman dwi mengajak saya bertemu dahulu di indomaret pandega. Setelah bertemu dan berkenalan, 2 laki-laki 2 perempuan laki-laki pertama bernama adit kedua roki, untuk perempuanya eci dan dwi.

            Ke empat orang tersebut berasal dari kampus UGM. Setelah berkenalan melanjutkan perjalanan menuju basecamp sumbing melalui jalur magelang borobudur yang langsung ke wonosobo, selama perjalanan mata di jejeli oleh pemandangan yang hijau-hijau. Setelah 3 jam perjalanan sampai juga ke basecamp sumbing, walaupun terjadi miiss komunikasi sehingga roko sama dwi tersesat.

            Setelah sampai ke basecamp Sumbing kami registrasi dengan membayar 5000 untuk registrasi dan 3000 untuk parkir. Selama di basecamp mempersiapkan segala keperluan untuk naik, kami berangkat jam 15.35. Ditengah perjalanan mau ke post 1 hujan pun turun beruntungya kami sudah mempersiapkan jas hujan. Kami pun tiba di post 1 pukul 17.30 menjelang malam. Istirahat setengah jam kami di post 1, sekalian mengecek persiapan untuk ke post 1, di post 1 kami bertemu dengan para pendaki dari jakarta.

             Setelah kami berbincang-bincang dengan para pendaki, ternyata diatas kabut dan hujan apalagi posisi kami waktu itu malam. Setelah ngobrol dengan team pendaki jakarta. Akhirya kami rapat sebentar untuk tempat pemasangan tenda, setelah rapat kami menyetujui untuk memasang tenda di post 3 dikarenakan kondisi di post 3 banyak spot tenda banyak dibandingkan di post 2 dan 4.

          Selama memasang tenda angin datang dari timur plus hujan, untuk pemasangan tenda untuk 2 orang lancar-lancar saja. Ketika pemasangan tenda yang besar terbalik, tenda dalam dipasang dulu, padahal untuk pemsangan yang benar harus tenda luar dulu terus tenda dalam.

          Tenda doom akhirya dibongkar dengan bantuan dari tenda teman sebelah, 10 menitan kami membongkar tenda dan memasang lagi sambil kehujanan. Kesalah terjadi dikarenakan tidak punya SB akhirya membawa selimut. Tidur dengan selimut sangatlah tidak nyaman, tidak seperti yang saya pikirkan. Setelah pagi menjelang teman-teman bangun agak telat, awan menutup pemandangan menjelang siang awan mulai hilang dan bisa melihat. Sebelah gunung sumbing gunung sindoro, sayangya tidak bisa melihat puncak sindoro, karena ditutupi kabut tebal.

             Setengah jam berfoto-foto mengabadikanya. Teman-teman melanjut naik, dibenak ku berpikir mau berhenti karena sandal yang jebol. Untung ya orang yang membantu memasang tenda memiliki sandal swallow sehingga bisa meminjam untuk menaiki puncak. Menjelang siang kita berangkat sampai dipuncak menjelang sore sekitar jam 2-3. Dipuncak dinginya minta ampun, sehingga tidak berlama-lama paling lama 15 menitan, ketika turun sudah mau menjelang malam. Ketika sampai di tenda dikagetkan dengan kondisi tenda dumb besar untuk tulangya patah dan beberapa pasak hilang untuk tenda kecil.

          Perdebatan dimulai apakah kita mau langsung turun atau nge camp dulu, dikarenakan dengan kondiis tenda yang tidak memungkinkan, teman-teman memutuskan untuk turun. Keputusan itu dibulatkan dengan dibantu teman yang memasang tenda tadi, untuk menolong penurunan, dikarenakan kebanyakan teman kami yang menaiki disumbing itu baru pertama kali, sehingga untuk medan malam belum seberapa tau, dengan senter yang mau habis. Jalan yang licin membuat teman-teman terprosot bolak-balik.

                 Dari teman kami ada yang kakinya bergetar sehingga untuk penurunan agak lama dibandingkan pada saat mendaki, sehingga sampai di pos ojek itu menjelang pagi subuhan. 2 orang menaiki ojek untuk langsung ke tempat parkir sedangkan yang lainya berjalan kaki termasuk aku, sehingga sampai di tempat parkir pukul 5 pagi.

Beberapa masukan untuk yang mau mendaki di sumbing:

  1. usahakan kondisi tubuh masih fit
  2. siap-siap jas hujan untuk musim hujan
  3. sarung tangan karena kondisi medan diperlukan tangan untuk memanjak naik
  4. usahakan senter memakai senter yang dikepala karena tangan akan sering digunakan untuk mendaki
  5. sediakan cadangan senter
  6. sediakan baju dan jaket cadangan
  7. jangan pernah nekat turun pada saat malam kecuali ada pemandu atau teman yang menguasai medan
  8. jangan lupa sampah dibawa turun
  9. paling penting jangan lupa senang-senang hahaaa

IMG-20150426-00473 \

IMG-20150501-WA001 IMG-20150501-WA004

IMG-20150501-WA006

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s