TUGAS SOSIOLOGI SASTRA

Menganalisis video wayang dan dicocokan denga teori drama dan teater.

Teater adalah ekspresi dunia sekitar kita. Teater jelas sastra pertunjukan. Tidak akan memperoleh kejelasan makna, apabila kajian sosiologis teater hanya mencermati teks. Lewat teater, orang dapat memainkan kisah apa saja. Dunia teater pada masa lalu senantiasa jaya, Karena memang telah memiliki andil dan merubah kehidupan. Kelompok teater Laskar, Gandrik, Sega Gurih, dan teater tradisional. Teater dapat berkembang, karena ada medianya. Banyak arena teater, yang secara social menggambarkan dunia social.

Schucing (1966:1-l5) berpendapat bahwa sastra di masa lalu harus dihormati, dan karya seniman itu tidak lagi diarahkan oleh sebuah kelompok social kecil dan eksklusif. Masa lampau, sastra digerakan oleh kelompok social yang lebih besar untuk membangun suasana dan memberikan nafas hidupnya. kajian Sastrawan pada masa itu juga sering tergantung pada manajer teater yang gerak-geriknya. Namun dalam karya teater yang memenangkan tepuk tangan dimata penonton adalah justru orang yang melalui kedekatan dengan kehidupan dan psikologi realistic. Ketika teater itu banyak melukiskan realitas social, semakin menarik dan mendapat sambutan istimewa.

Jadi belenggu tradisi sastra bisa terjadi lepas dari kekayaan bakat yang bervariasi. Banyak perkembangan sastra yang tergantung pada komposisi public, begitu pula dalam kehidupan teater, kelompok social penonton memiliki andil yang luar biasa. Kondisi teater di inggris, yang selalu liberal jelas berbeda dengan perancis dan apalagi dengan Indonesia. Namun dari tiga wilayah yang berbeda itu, dapat saya duga kalau efek pandangan social selalu memainkan peranan berharga. Teater senantiasa dipicu oleh aktifitas social penonton. Karena itu dalam kajian sosiologi teater, menurut schucking (1966:9-14) perlu memperhatikn pandangan social penonton, sutradara, dramawan, dan seluruh actor yang terlibat.

Para dermawan jelas memungkinkan teater memperoleh hidup yang aman. Tidak semua orang kaya mau mendanai pentas-pentas teter. Kepedulian social konglongmerat saya kira perlu diperhatikan dalam kajian sosiologi teater. Oleh sebab itu, seringkali konsepsi kekayaan intelektual kalah dengan sang penguasa, terutama para konglongmerat. Penulis naskah teater yang menerima banyak financial dibanding para actor juga sering menjadi kecemburuan social. Hal ini Nampak pada nasib Thomas Kyd, penulis tragedi spanyol, hampir pasti lebih mulia dibanding pada pemain. Berbeda di era sekarang, seringkali actor (pemain) justru lebih terkenal, banyak financial dibanding sang penulis naskah. Apalagi dengan banyakya bajakan bajakan naskah, seperti naskah ketoprak di era seni aristocrat, penulis sering terabaikan. Realitas semacam ini perlu diperhatikan oleh penulis sosiologi teater.

Pada tahap perkembangan teater populer di Indonesia, seperti hadirnya ketoprak plesetan, ketoprak humor, jelas memiliki pengaruh besar terhadap pertumbuhan sastra nanti. Banyak teater modern yang memenangkan tepuk tangan orang banyak oleh ketegangan ekstrim dramatis. Mereka tepuk tangan karena ada hal-hal lucu yang memukau dari sebuah pertunjukan, tanpa disertai motivasi psikologis yang mendalam. Tapi ini bukan tujuan dari seni klasik yang menemukan pendukungya di kalangan berduit, aristocrat dan akademis. Bagaimanapun suasananya, teater modern tetap berkembang, dengan manajemen kacangan. Artinya, mermeka bekerja dengan manajer bantingan (tanpa bayaran), kecuali kepuasan batin dan kenikmatan social.

Dalam vcd judul, ……. Wayang, dalam kegiatan wayang hampir mirip seperti kegiatan teater di prancis ataupun inggris. Namun di dalam wayang dalam kegiatanya dalang dijadikan sutradara, dan pemainya pun dalang. Sehingga dalang harus mempunyai sifat karakter yang berbeda-beda sesuai yang diperankan dalam wayangya. Wayang sendiri dalam jawa mewakili dewa atau metologi jawa, yang di percaya masyarakat jawa memang sudah ada pada zaman kerajaan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s