Review Buku: Nasionalisme Kyi

2017011223174722. Nasionalisme Kiai

Tulisan Ali Maschan Moesa ini sebenarnya sebuah desertasi yang di jadikan buku, tema Nasionalisme Kiai ini sangat menarik untuk dibedah, mungkin buku ini sebagai pembantu untuk menjawab apakah Kiai itu Nasionalis? Karena di buku ini akan dipaparkan fakta-fakta sejarah tentang nasionalisme kyai, dari pra kemerdekaan hingga pasca reformasi. Buku ini patut jadi pegangan untuk mendalami tentang kiai, akan tetapi subjek informan di dalam buku ini hanya kalangan Kiai Jawa TImur saja. Buku ini juga cukup objektif untuk menerangkan tentang Nasionalisme Kiai dari postifnya hingga negatifnya,

Advertisements

Review Buku : Muslim Tanpa Masjid

IMG_20170826_131644

               Kuntowijoyo ini menulis buku ini ketika era peralihan orde baru ke reformasi, sehingga konteks esai-esai nya era itu. Esai-esai tersebut juga bertulisan tentang ICMI dan bagaimana umat islam menghadapi era modern. Di buku tersebut juga ada beberapa kritik tentang puritam, dan umat islam menghadapi pasca Industrialisasi. Buku ini cocok bagi kalian menggali data tentang ICMI, puritan,dan beberapa hipotesis tentang umat muslim pasca Industri.

Merayakan Kemerdekaan

                 Sudah sekian bulan penulis bel menulis di Blog ini, dikarenakan kesibukan setelah lulus kuliah. Kebetulan sekali bertepatan dengan agustus sehingga penulis menggunakan tema Kemerdekaan, sekalian untuk mempringati hari kemerdekaan Indonesia ke 72 tahun. Prolog yang tepat ketika menggunakan tema Kemerdekaan ialah, sekarang hitung umur mas-mas se dan mbk-mbk e sekaranag umur berapa? Setelah mengetahui umur mas-mas se dan mbk-mbk e dikurangi 72 tahun Indonesia merdeka.

                 Hasil dari hitungan tersebut adalah tahun terjadi proses kemerdekaan sebelum mas-mas dan mbk-mbk e. Sekarang bayangkan umur rata-rata seorang hidup itu berapa tahun, dan kurangi tahun yang di dapat dari hasil tadi. Setelah dapat itulah generasi Indonesai Merdeka. penulis sendiri setelah menghitung – hitung menggunakan prolog diatas, penulis adalah generasi belum genap ke 2, yang dimaksud belum genap ke- 2 ialah dikarenakan generasi pertama seluruhnya belum meninggal apabila menggunakan teori umur manusia hidup 62 tahun kalau masih hidup itu bonus.

                 Jadi secara negara Indonesia belum memasuki muda mungkin bisa dikatakan mungkin proses ke muda. Sehingga kematangan kebudayaan Indonesia belum sekuat negara-negara yang melewati beberapa generasi, sehingga kebudayaan lokal masih kuat di setiap wilayah. Mungkin pembaca agak bingung hubungan merayakan kemerdekaan dengan budaya lokal itu apa? Budaya adalah sesuatu yang bersifat dinamis dan menyesuaikan keadaan suatu masyarakat entah itu dipengaruhi mitos, UUD, kebijakan publik. Jadi produk kebudayaan kita untuk merayakan kemerdekaan Indonesia biasanya adalah mengadakan lomba-lomba di kampung, institusi -institusi, mengingat-mengingat kembali pahlawan yang berjasa memerdekakan Indonesia, dan pastinya mengibarkan bendera Indonesia untuk jasa Pahlawan- pahlawan yang mendahului kita sebelumnya.

                Apakah produk kebudayaan mengadakan lomba-lomba ialah produk dari negara atau produk budaya lokal yang menyesuaikan dan mengadaptasinya menjadi lomba-lomba. Yang pastinya semua kegiatan merupakan cara paling efektif dan membuat guyub rukun kampung, menumbuhkan Jiwa rivalitas dan daya juang tinggi menurut penulis. Ada baiknya generasi ke – 2 ini menggunakan daya juang, daya adaptasi, dan daya pikir untuk jangka panjang Negara Kesatuan Republik Indonesia ini, karena akan tibanya generasi pertama tidak ada dan akan melimpahkan ke generasi ke -2 sehingga perlu kiranya siap-siap untuk jangka panjangnya.

Karena menurut penulis membuat itu mudah tetapi mempertahankan itu susah, khususon kangge pahlawan NKRI Al-fatiha, Merdeka!!!

Review Buku : Kedaulatan Rakyat, Otonomi & Demokrasi

IMG-20170507-00044

Buku yang di tulis oleh wakil presiden pertama Indonesia ini berisi pandangan beliau tentang Kedaulatan Rakyat yang sebenarnya, dan pemberlakuan Otonomi & Demokrasi untuk negara Indonesia. Ada juga berupa keritikan untuk Presiden pertama Indonesia, apabila di bilang relevan atau tidak untuk Indonesia sekarang, menurut penulis relevan mungkin kawan-kawan akan menemukan istilah-istilah baru apabila tidak pernah membaca buku politik. Buku ini termasuk dalam kategori tipis akan tetapi sudah termasuk buku berat apabila untuk memahaminya.

Review Buku : Hidup Sehat dan Seimbang Cara Sufi

IMG-20170430-00031

Penulis Anand Krishna ini menekankan bagaiaman hidup sehat dan seimbang dengan cara Sufi, buku ini berisi metode-metode hidup sehat seperti dengan Yoga, atau puasa yang puasa bisa dikaitkan dengan puasa tidak makan, puasa tidak bicara dsb. Melatih pernafasan juga masuk dalam buku, melatih keselarasan dan banyak idiom lainya di buku ini. Beberapa menceritakan Sufi dari India dan Pakistan, mungkin untuk teman-teman mencari deskripsi tentang Sufi membaca buku ini bisa membantu.