Mati

Menurut pendapat saya atau bisa disebut kesleweran mati merupakan keadaan dimana ketika tubuh terlepas dari roh, yang salah satu sebabnya bisa karena sakit, rusaknya organ tubuh, ataupun dimatikan.

Setelah membaca diatas pasti bertanya yang dimaksud kesleweran itu apa, kesleweran adalah pendapat saya pribadi yang tidak mengacu pada buku dan pyure penyerapan dari pengalaman indra pribadi. Indra yang dimaksud ini adalah indra tubuh seperti indra pendengar, melihat, merasa, meraba.

Setelah saya renungkan dan saya ingat-ingat dulu dari indra, tentang mati akhirya mendapatkan seperti dibawah ini.

Kenapa saya ingin membahas mati, karena banyak penyelewan penggunaan kata mati untuk ajang begejekan atau guyonan sehingga kata mati tidak menjadi sakral lagi. Artikel ini setengah serius membahas kata mati.

Matikoen yoh, ucap seorang teman. Ketika mendengar kabar temanya belum menyelesaikan skripsi dan rentang waktu masa studi tinggal satu semester lagi.

Dari contoh diatas bisa dilihat penggunaan kata mati untuk begejekan atau sebagai penggantian kata lainya.

Mati sendiri bisa menjadi bahan ejekan untuk menggantikan penggunaan kata tidak terpakai, seperti mati lampu, mati utek ke, mati pikiran ne, dsb. Walaupun sebenarnya kata mati sangat sakral.

Alur setelah kematian.

Meninggal -> proses dikubur -> Di kubur. (fisikli)

Ruh di bawa di langit bertemu dengan Allah SWT -> Ruh dikembalikan ke Kubur atau tubuh di introgasi -> menerima apa yang di perbuat di alam kubur -> menunggu kiamat -> di bangunkan/dihidupkan kembali dipadang mashar -> menunggu perhitungan -> perhitungan -> melewati jembatan siratul mustaqim -> pembersihan dosa -> surga bagi muslim dan neraka bagi kafir. (non fisik)

Ketika dibangunkan di padang masyar manusia di tanya empat pertanyaan sebelum mereka berjalan.

1. Umur kehidupan bertujuan untuk apa
2. Masa muda digunakan untuk apa
3. Harta kekayaan dapat darimana, digunakan untuk apa
4. Ilmu yang diamalkan untuk apa

Hijab kadaluarsa

Kau buat bimbang ketika traweh

Aku disini hanya mengharapkan ketenangan

Kau buat lupa akan trawehku

Tubuh bergerak mengimbangi imam

Tetapi akal tidak berada di traweh

Akal bergejolak dengan sendirinya

Tubuh hanya mengikuti imam

Kau buat semacam perjanjian

Secara tidak sadar traweh selesai

Secara sadar perjanjian terlaksana

Kenapa perjanjian ini tentang ziarah

Tubuh mengikuti dengan sendiri

Ziarah yang kuanggap kadaluarsa

Kenapa tiba-tiba muncul kembali sebagai perjanjian

Apakah ini kehendak kau untuk ziarah

Semoga ini bukan hasutan bayanganku saja

Atau ke akuan yang muncul pada saat traweh

29-juni-2016 01.08 malam puasa ke 22. Pucem. Kebomas. Gresik

Kotak Hijab

Prolog tentang kotak hijab

Segi empat sama sisi

Di bentuk Kotak

Tidak berwarna

Tidak memiliki bidang

Dapat dimasuki apa saja

Lewat mana saja

Dzat apa saja

Elemen apa saja

Bunuh diri konyol

Ketika membaca koran Duta Masyarakat hari senin, tgl 25 mei 2016. Di kolom “Jagat Unik” dengan judul Bunuh Diri di Kandang Singa. Lokasi di kebun binatang santiago, Kronologi ya juga agak unik, seperi nama kolomnya. Jadi ada orang mau Bunuh diri dengan cara telanjang masuk di sarang Singa, akhirnya demi menyelamatkan korban petugas penjaga terpaksa membunuh Singa tersebut.

Dalam benak saya berpikir emang tidak ada cara lain seperti di bius atau dipancing dengan apa gitu, ya mungkin di lapangan banyak masalah teknis sehingga M.E.M.B.U.N.U.H satu-satunya cara. Dari sudut positifnya sih korban selamat, tapi apa korban tidak menanggung malu seumur hidup karena bunuh diri yang gagal, malah membunuh singa karena insting memakan tersebut. Yaa mungkin di zaman sekarang tidak ada rasa malu, mungkin kalau di urutkan. Pertama, Bunuh diri, tidak bisa menerima realitas terjadi di kehidupanya? mungkin . Kedua, Telanjang kenapa harus telanjang? owh mungkin si bunuh diri ingin mempermudah singa untuk memakannya. Ketiga, Bunuh diri yang gagal malah menelan korban dari mahluk yang tidak bersalah T,T.

Bukan saya mau membela si singa, tetapi manusia sebelum melakukan tindakan bisa menganalisa kalau tidak bisa menganalisa, ya mengira-ngira apa yang terjadi selanjutnya dan terkadang manusia melupakan hal itu.

Ilmu rasan

Ilmu rasan adalah ilmu yang dilakukan oleh penduduk di pulau jawa, kenapa saya menggunakan penduduk pulau jawa dan bukan orang jawa? Dikarenakan bukan hanya suku jawa yang menggunakan ilmu rasan, kebanyakan suku yang bertinggal di pulau jawa memahami ilmu rasan walaupun pada kenyataan anya tidak di terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Ilmu rasan atau dalam bhs jawa timur ngerasani ialah hal sosial yang dilakukan oleh orang banyak untuk menkritik seseorang ataupun sekelompok secara tidak langsung sehingga yang dikritik apabila tidak mengetahui gejala kritik sosial ngrasani tentu akan tidak mengetahui. Puncak dari ngerasani sendiri adalah tindakan sosial yang dilakukan oleh tetua dilingkungan untuk mempringati seseorang ataupun kelompok. Kejadian paling ekstrim ngrasani bisa berdampak yang dikritik bisa diusir di lingkungan sosial ataupun yang di kritik keluar dari lingkungan sosial dan biasanya dampak no 2 kebanyakan yang terjadi.

Ilmu karepe dewe

Ilmu karepe dewe adalah suatu ilmu dimana kondisi manusia untuk bertindak dan berkehendak untuk mempengaruhi manusia lainnya, dengan menggunakan arugemen-argumen sesuai apa yang dikehendaki.

Seperti ketika seorang ingin mengajak pergi, walaupun lawan bicara tidak mau tetapi dikarenakan ilmu karepe dewe akhirnya ikut dikarenakan adanya argumen-argumen yang membuat lawan bicara mau untuk pergi.

Walaupun secara umum ilmu karepe dewe lebih kepada sifat egois, tetapi dengan ilmu karepe dewe seseorang memiliki kekuatan kehendak. Walaupun sifat negatifnya membuat lawan berbicara secara tidak langsung terintimidasi.

Ilmu karepe dewe hanyalah istilah suku Jawa, di daerah wetanan atau Jawa timur. Ilmu karepe dewe dalam gender kebanyakan digunakan oleh wanita, menurut pengalaman pengamat penulis. Walaupun tidak semua wanita memiliki ilmu karepe dewe.

Kesimpulan dari ilmu karepe dewe adalah kehendak manusia untuk mempengaruhi manusia lain untuk bertindak sesuai dengan apa yang dimau dengan menggunakan argumen-argumen yang memlnguatkan. Ilmu karepe dewe tidak terpengaruh masalah gender, selama memiliki argumen-argumen yang kuat.

Perbandingan

Sebuah Filem dapat melihatkan karakter orang pada era pembuatan Filem tersebut. Filem mak lampir sebagai contoh Filem pada eranya memiliki muatan moral, dikarenakan pada era tersebut banyak Filem yang hampir mirip seperti mak lampir. Walaupun untuk tayangan filmnya bukan tiap hari tapi sudah memiliki kualitas sendiri daripada untuk tayangan Filem tiap hari.

Bukan bermaksud untuk menjelekkan Filem era sekarang tetapi membandingkan dengan Filem dahulu, sehingga dapat diambil muatan positifnya untuk remaja era sekarang. Apabila dibandingkan dengan laga sinetron era sekarang, dari segi niat membuat setting tempat walaupun banyak point tempat yang dulu sudah susah tetapi untuk setting rumah masih kalah.

Dari segi Filem sinetron untuk era dulu seperti sinetron tersanjung dari segi cerita sangat kompleks dan pada umum di keluarga. Walaupun pengamat sendiri hanya seberapa mengamati sinetron era ini. Kebanyakan cerita berkonflik cinta remaja dan keluarga hanya berpengaruh beberapa persen untuk alur cerita. Identitas era sinetron sekarang lebih condong ke semi twailaght, walaupun era dulu mengikuti jejak telenofela.

Kesimpulan dari diatas untuk era Filem sinetron dulu dan sekarang, ialah bahwa Filem sinetron mengikuti pemikiran era sekarang dikarenakan ratung filem sinetron juga akibat penonton atau bisa juga permainan statistik.